Sejarah Syiah Rofidhoh

Posted by:
Sejarah Syiah Rofidhoh

Berawal dari runtuhnya kerajaan Parsia Majusi (nenek moyang kaum rofidhoh) di masa kepemimpinan khalifah Umar bin Khottob Radhiyallahu Anhu.

Kemudian terjadi pembunuhan atas khalifah Umar bin Khottob Radhiyallahu Anhu pada saat beliau sedang memimpin sholat sebagai imam, ditusuk dari belakang oleh seorang majusi bernama Abu Lu’lu’ah Al Majusi. (peristiwa ini sampai sekarang masih dirayakan setiap tahunnya oleh syiah rofidhoh, dan menjadikan Abu Lu’lu’ah sebagai seorang pahlawan)

Setelah wafatnya khalifah Umar bin Khottob Radhiyallahu Anhu, maka khalifah kaum muslimin berikutnya adalah Utsman bin Affan Radhiyalahu Anhu. Dimasa kekhalifahan Utsman bin Affan Radhiyalahu Anhu mulai muncul fitnah, dan fitnah terbesar adalah Munculnya Abdullah bin Saba’, si yahudi dari yaman yang berpura-pura masuk Islam, tapi menyembunyikan kekafiran dalam hatinya. Dia menggalang kekuatan dan melancarkan provokasi melawan khalifah ketiga Utsman bin Affan Radhiyalahu Anhu sehingga terjadilah pembunuhan atasnya oleh para pemberontak karena fitnah yang dilancarkan oleh Abdullah Bin Saba’ pada tahun 35 H.

Kelompok pemberontak Abdullah Bin Saba’ ini datang kepada khalifah Ali bin Abi Tolib Radhiyalahu Anhu dan mengatakan kepada khalifah Ali, “Kamulah Sang Pencipta” dan kemudian khalifah Ali bin Abi Tolib Radhiyalahu Anhu menyuruh mereka untuk bertobat tapi mereka menolak. Kemudian Ali bin Abi Tolib Radhiyalahu Anhu menyalakan api dan membakar mereka.

Dari kelompok yang terprovokasi oleh Abdullah Bin Saba’ itulah muncul kaum Syiah Rofidhoh, kaum ini meyakini bahwa seharusnya yang menggantikan Rosullulloh shallallahu ‘aliahi wa sallam adalah Ali bin Abi Tolib, bukan Abu Bakar, bukan pula Umar bin Khottob dan bukan pula Usman bin Affan. Keyakinan mereka ini berdasarkan hadits-hadits palsu buatan tangan tercela mereka.

Syiah Rofidhoh pun melebih-lebihkan Ali bin Abi Tolib kederajat Ilah, dengan menganggap Ali bin Abi Tolib sebagai Sang Pencipta. Tak berhenti sampai disitu kekafirannya, mereka pun mengkafirkan hampir seluruh sahabat tak terkecuali ibunda kaum muslimin Aisyah.

apakah itu zinah??

Posted by:


Zina menurut Kamus Bahasa Indonesia adalah Persetubuhan yang dilakukan oleh bukan suami istri, menurut Kamus Islam zina artinya hubungan kelamin antara laki-laki dan perempuan di luar perkawinan; tindakan pelacuran atau melacur, dan menurut Ensiklopedia Alkitab Masa Kini zina artinya hubungan seksual yang tidak diakui oleh masyarakat.

Zina merupakan perbuatan amoral, munkar dan berakibat sangat buruk bagi pelaku dan masyarakat, sehingga Allah mengingatkan agar hambanya terhindar dari perzinahan :

Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk. QS. 17:32

Allah juga memberikan jalan untuk menghindari perzinahan yaitu dengan berpuasa, menjaga pandangan dan memakai Jilbab bagi perempuan, dan Allah juga memberikan ancaman yang luar biasa bagi pelaku zina agar hambanya takut untuk melakukan zina :

Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina, maka deralah tiap-tiap seorang dari keduanya seratus kali dera. QS. 24:2

Maka ketika hukum Islam dijalankan, hasilnya sangat fantastis, perbuatan zina dan amoral betul-betul sangat minim dan masyarakatnya menjadi masyarakat yang baik. Amatilah dengan teliti dan obyektif sejak pemerintahan Rasulullah SAW hingga saat ini, ketika diterapkan hukum Islam secara utuh, maka terciptalah masyarakat yang baik.

Read more…